Sabtu, 18 Juni 2011

Ice Cream Cake

Bahan Ice Cream Cake:

4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung swa kembang
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr es krim stroberi

Saus cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental

Cara membuat Ice Cream Cake:
1. Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
2. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan. Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celcius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin. Keluarkan cake dari loyang, potong mendatar.
3. Keluarkan es krim dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di antara potongan cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik. Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
4. Saus cokelat: Tim cokelat hingga mencair, sisihkan. Tambahkan mentega dan krim kental, aduk rata.
5. Sajikan es krim cake bersama saus cokelat.

Untuk 15 porsi

Jumat, 17 Juni 2011

Teori Kognitif

 Pengertian Teori Kognitif

Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian Teori kognitif pada intinya sama yaitu, potensi intelektual yang terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut: pengetahuan, pemahaman, penerapan, sintesa, dan evaluasi. Kognitif juga dapat diartikan kemampuan untuk mempresentasikan  dunianya sendiri dan kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).

Pada teori kognitif ini ada empat tahapan yaitu :
  1. Tahap sensorimotorik, yang berlangsung pada anak yang baru lahir sampai kira-kira berusia 2 tahun. Pada tahap ini, anak dapat mengostruksikan pemahaman merka tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman sensori (seperti melihat dan mendengar) dengan tindakan fisik, motorik maka pemahaman anak mengenai duni akan sangat tergantung pada ruang dan kesempatan untuk mengeksplorasikan pengalaman sensorisnya.
  2. Tahap Praoperasional, berlangsung pada anak usia kira-kira 2-7 tahun, dimana anak mulai mempresentasikan objek melalui kata-kata, dan gambaran. Pemikirannya masih
    bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.
  3. Tahap Operasional Konkrit, berlangsung pada anak usia 7-11 tahun yang mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah :
    - Pengurutan
    - Klasifikasi
    - Decentering
    - Reversibility
    - Konsesrvasi
    - Penghilangan sifat egosentrisme
  4. Tahap operasional formal, belangsung pada anak usia 11 sampai dengan dewasa, Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit.
 Informasi umum mengenai tahapan-tahapan
 * Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur.
  • Universal (tidak terkait budaya) 
  • Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan
  • Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis
  • Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi) 
  • Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif