1. DEFINISI STRATEGI KOGNITIF
Strategi kognitif adalah operasi-operasi atau prosedur-prosedur mental yang bisa digunakan individu untuk mendapatkan, menahan, serta mengambil kembali berbagai pengetahuan dan kepandaian (Rigney, 1978 dalam Jonassen (1987). Strategi kognitif mencerminkan bagaimana seseorang belajar, mengingat, dan berfikir serta bagaimana memotivasi diri mereka sendiri (Weinstein dan mayer, 1985 dalam Jonassen (1987). Jonassen (1987) berkesimpulan bahwa strategi-strategi kognitif merepresentasikan kegiatan-kegiatan kognitif yang sangat luas yang mendukung pembelajaran seseorang. Dengan demikian, jelas bahwa kegunaan strategi kognitif sangat penting bagi siapa pun untuk mencapai kompetensi yang baik.
2. DEFINISI STRATEGI MODELING
Strategi modeling adalah suatu proses memamerkan perilaku seseorang atau kelompok, baik berupa cara mengoperasikan sesuatu, cara melempar bola, cara berenang, cara melafalkan kata dalam bahasa inggris dan sebagainya, dengan tujuan untuk memperoleh tingkah laku baru dan memperkuat perilaku yang sudah ada. Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan tentang pengertian Strategi Modeling Partisipan sebagai suatu proses belajar mengajar dengancara mengamati tingkah laku individu atau kelompok melalui kegiatan demonstrasi dengan ketentuan adanya seseorang sebagai model, ada tingkahlaku yang diamati ada pihak pengamat yang mengamati tingkah laku untuk menghasilkan tingkah laku yang baru. Strategi Modeling Partisipan adalah strategi yang memanfaatkan proses belajar mengajar melalui pengamatan, dimana perilaku seseorang atau kelompok berperan sebagai model untuk merangsang pikiran, sikap atau perilaku pengamat tindakan model. Beberapa orang lebih trainable dari padaeducable, artinya nalar tidak begitu jalan tetapi pengamatan dan meniru lebih unggul.
3. DEFINISI STRATEGI BERHENTI BERFIKIR
Teknik thought stopping merupakan salah satu teknik dalam pendekatan konseling kognitif behavioral yang dapat digunakan untuk mengubah pikiran negatif seseorang menjadi pikiran yang positif. Pikiran yang positif dapat memunculkan tingkah laku positif.
Thought stopping merupakan keterampilan memberikan instruksi kepada diri sendiri (swaperintah) untuk menghentikan alur pikiran negatif melalui penghadiran rangsangan atau stimulus yang mengagetkan. Mengapa diperlukan stimulus yang mengagetkan, didasarkan pada pandangan bahwa pikiran itu ketika beroperasi akan berjalan seperti aliran sungai. Aliran pikiran ini dapat dibuyarkan atau dihambat jalannya sehingga terputus melalui cara pemblokiran. Secara sederhana dapat diberikan contoh yang biasa terjadi pada orang yang sedang melamun. Ketika melamun, kita terbawa oleh aliran angan-angan. Begitu ada yang mengagetkan, misalnya: ada yang menegur, ”Heh ngelamun aja!” atau ada yang mendorong punggung kita dengan mengatakan, ”Harri giinih ngelamunria” maka kita kembali pada kesadaran, melamun tidak berlanjut. Begitu kan menurut pengalaman Anda? Demikian halnya dengan pikiran negatif yang mengganggu seseorang. Pemunculannya dapat diblokir atau dikacaukan alirannya dengan instruksi ”TIDAK” atau ”STOP”. Maksudnya setiap muncul pikiran negatif yang mengganggu yang menimbulkan masalah emosional dan perilaku dapat kita hentikan dengan menyengaja menghentikan dengan mengatakan tidak atau stop pada diri kita sendiri. Jika hal itu dilatihkan dan dilakukan berulang-ulang, maka akan terbentuk semacam mekanisme kendali pada diri kita setiap kali muncul pikiran negatif. Pikiran negatif itu dengan serta merta berhenti dan tidak mengganggu emosi dan kewajaran perilaku kita lagi.
4. TEKNIK ASERTIF
a. Definisi Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan pada orang lain namun tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan orang lain. Latihan asertif merupakan latihan keterampilan-sosial yang diberikan pada individu yang diganggu kecemasan, tidak mampu mempertahankan hak-haknya, terlalu lemah, membiarkan orang lain merongrong dirinya, tidak mampu mengekspresikan amarahnya dengan benar dan cepat tersinggung (lutfifauzan). Asertif adalah suatu pernyataan tentang perasaan, keinginan dan kebutuhan pribadi kemudian menunjukkan kepada orang lain dengan penuh percaya diri (Taumbmann:1976). Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan pada orang lain namun tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan orang lain (Wahyuningsih, dkk). Corey (1995: 87) menyatakan bahwa asumsi dasar dari pelatihan asertifitas adalah bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mengungkapkan perasaannya, pendapat, apa yang diyakini serta sikapnya terhadap orang lain dengan tetap menghormati dan menghargai hak-hak orang tersebut.
b. Digunakan Untuk
· Melatih individu yang tidak dapat menyatakan kemarahan dan kejengkelan.
· Melatih individu yang mempunyai kesulitan untuk berkata tidak dan yang membiarkan orang lain memanfaatkannya.
· Melatih individu yang merasa bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk menyatakan pikiran, kepercayaan, dan perasaan-perasaannya.
· Melatih individu yang sulit mengungkapkan rasa kasih dan respon-repon positif yang lain.
· Meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri.
· Membantu untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
· Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
· Dapat berhubungan dengan orang lain dengan konflik, kekhawatiran dan penolakan yang lebih sedikit.
5. DEFINISI STRATEGI SELF MANAGEMENT
Ada beberapa definisi dari self management, diantaranya “Self-management adalah proses dimana kilien mengarahkan sendiri perubahan tingkah lakunya dengan srategi terepeutik atau beberapa kombinasi strategi” (Cormier&Cormier, 1985:519). Self-management sebagai kontrol dari respon tertentu melalui stimulus yang dihasilkan dari respon lain pada individu yang sama yaitu melalui stimulus yang dibangkitkan oleh diri sendiri (Sydney W. Bijou, 1984). Mahoney&Thoresen mengatakan self-management berkenaan dengan kesadaran dan keterampilan untuk mengatur keadaan sekitarnya yang mempengaruhi tingkah laku individu (dalam Lutfi Fauzan, 1992:35). Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa. Teknik perubahan perilaku self management merupakan salah satu dari penerapan teori modifikasi perilaku dan merupakan gabungan teori behavioristik dan teorikognitif social. hal ini merupakan hal baru dalam membantu konseli menyelesaikan masalah karena didalam tekhnik ini menekankan pada konseli untuk mengubah tingkah laku yang dianggap merugikan yang sebelumnya menekankan pada bantuan orang lain. Self management dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar, mengontrol berat badan, mengurangi kebiasaan merokok, kebiasaan belajar yang buruk, kecemasan, dan mengurangi kebiasaan berkata jorok.
6. DEFINISI STRATEGI PENGGUNAAN KURSI KOSONG
- Definisi Kursi kosong merupakan salah satu teknik terapy Gestalt yang banyak diterapkan dalam terapy ini di kembangkan oleh Frederick “Fritz” Pearls (Ramya, 2007). Teknik kursi kosong merupakan teknik permainan peran dimana klien memerankan dirinya sendiri dan peran orang lain atau beberapa aspek kepribadiannya sendiri yang dibayangkan duduk/berada dikursi kosong. Menurut Joyce & Sill (dalam Safaria, 2005), teknik ini dapat digunekan sebagai suatu cara untuk memperkuat apa yang ada di pinggir kesadaran klien, untuk mengeksplorasi polaritas, proyeksi-proyeksi, serta introyeksi dalam diri klien. Teknik kursi kosong sebagai alat biasanya digunakan untuk membantu klien dalam memecahkan konfli-konflik interpersonal, seperti kemarahan pada seseorang, merasa diperlakukan tidak adil, dan sebagainya. Tujuan pemakaian teknik ini adalah untuk mengakhiri konflik-konflik dengan jalan memutuskan urusan-urusan yang tidak selesai yang berasal dari masa lampau klien (Safaria, 2005:117). Dalam teknik ini, konselor menggunakan dua kursi sebagai media pelaksananya. Konseloa meminta klien untuk duduk dikursi menjadi under dog dimana under dog adalah pihak yang lemah, defensif, membela diri, tidak berdaya, dan tidak berkuasa. Kemudian pindah ke kursi satunya sebagai top dog dimana top dog adalah pihak yang berkuasa, otoriter, moralistik, menuntut, berlaku sebagai majikan, dan manipulatif. Teknik kursi kosong merupakan permainan peran dimana klien memerankan dirinya sendiri dan peran orang lain atau beberapa aspek kepribadian sendiri yang dibayangkan berada dikursi kosong.
- Kegunaan Strategi Kursi Kosong
1. Untuk memahami urusan-urusan yang tidak selesai dalam kehidupan klien yang selama ini membebani dan menghambat kehidupan klien secara sehat.
2. menyadarkan klien untuk melihat kenyataan bahwa perasaan-perasaan itu merupakan bagian-bagian darinya yang nyata.
3. Membantu klien agar bisa mengerti akan perasaan-perasaan atau sisi dari dirinya yang mungkin diingkari.
4. Membantu klien untuk mengungkapkan perasaan-perasaan yang bertentangan dengan dirinya secara penuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar